Untuk Sahabat
Sampai saat ini saya tidak pernah tahu mengapa salah seorang teman yang sedari dulu bersahabat sejak di Sekolah Menengah Pertama berlanjut sampai saya lulus kuliah dan terakhir saya bertemu kurang lebih 3 tahun yang lalu saat berbuka puasa bersama di sebuah restoran kuliner nasional dibilangan Cikini Raden Saleh – Jakarta. Sayang sekali seorang teman itu yang dulu saya dan dia sering berbalas kunjungan dan selalu bersama sudah enggan lagi bersahabat, dan dingin bagai salju di kutub utara.
Terakhir saat sebelum Ramadhan tiba saya melakukan kontak via SMS dari nomor yang didapat dari seorang teman, berharap dia mau membalas dan mau bertemu tetapi tetap saja dia tidak mau menemui saya lagi, ada apa sahabat ??
Ya pertanyaan itulah yang terhinggap dikepala saya sampai saat ini, mungkin saya telah melakukan sebuah khilaf yang tidak saya sadari sampai seorang teman saya ini tidak mau bersahabat lagi, tapi apakah bentuk kekhilafan saya terhadapnya — jawabnya : tidak tahu. Melalui tulisan ini saya hanya mengutarakan kata “MAAF” bila saya melakukan hal yang tidak berkenan dihati, semoga Allah mau mengampuni dosa saya — dimana saya sendiri tidak pernah tahu — oleh karena saya tidak tahu perbuatan apa yang membuat seorang sahabat itu tidak mau bersahabat lagi dengan saya.
Salam Untuk Sahabat, sampai jumpa di Akhirat Nanti
.


